BERBAGI

LAMPUNG — Ketua Kelompok Kerja (Pokja) ULP 2013-2018, Meri Imelda Sari menyebutkan 3 nama Kepala Bidang (Kabid) di Lampung Utara yang diduga ikut terlibat dalam fee proyek.

Hal itu terungkap saat Meri menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) suap kepada Bupati Lampung Utara atas terdakwa Candra Safari selaku Direktur CV Dipasanta Pratama pada Kamis (26/12) kemarin.

Ketika itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Luki Dwi Nugroho, bertanya saksi Meri Imelda Sari soal bagaimana proses catatan nama-nama ploting proyek.

Selain itu Jaksa Luki juga menanyakan keterkaitan dirinya dengan terdakwa Candra Safari selaku penyuap di perkara ini. “Apakah saudara sudah pernah bertemu terdakwa Candra?” tanya Luki. “Sudah pernah ketemu Candra Safari pada saat pelelangan di kantor, dia bertemu saya disuruh pak Syahbudin (Kadis PUPR Lampura) untuk menghadap saya mengatakan “ini (Proyek) punya saya”,” kata saksi.

Selain itu, JPU kembali bertanya bagaimana cara mengkondisikan agar paket yang akan dilelang tersebut sudah dalam kondisi terploting. ”Kemudian bagaimana cara pengondisian paket pekerjaan itu,” tanya JPU lagi. “Cara mengondisikan mereka itu saya mendapat nomor pekerjaan saja dan pihak ketiga itu nemuin saya,” kata saksi.

Ketika awak media menanyakan soal apakah 3 nama Kabid di Lampung Utara itu akan ditindaklanjuti, Jaksa Luki mengatakan jika itu kewenangan penyidik KPK. “Kami belum tahu kalau untuk menindaklanjuti itu kewenangan penyidik, tetapi itu tidak lepas dari perkembangan proses persidangan,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tidak menampik apabila memang ada keterlibatan dalam perkara tipikor tersebut, bisa ditetapkan sebagai tersangka baru,” pungkasnya(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here