BERBAGI
Komisi III DPRD Lampung Tengah saat hearing bersama Tim PPNS Lampung Tengah Jumat (10/1) lalu

LAMPUNG TENGAH – Komisi III DPRD Lampung Tengah berharap persoalan Pajak Air Tanah, Pemerintah Daerah dapat segera menyelesaikan persoalan pajak air tanah bagi perusahaan-perusahaan yang menjalankan usahanya di Kabupaten Lampung Tengah.

“Kita dukung langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD di sektor Pajak Air Tanah. Saya berharap tidak hanya GGP saja, semua perusahaan yang ada di Lampung Tengah juga diperiksa,” kata Ketua Komisi III DPRD Lampung Tengah Singa Ersa Awangga saat hearing bersama tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lampung Tengah, Jumat (10/1).

Diketahui, ada sekitar 120 perusahaan yang berpotensi meningkatkan PAD di Lampung Tengah dari sektor air tanah, namun baru 20-an perusahaan yang diperiksa dan rata-rata belum pakai water mater.

Namun kata Politisi Partai Demokrat ini, untuk menjalankan peran DPRD sebagai fungsi pengawasan, pihaknya meminta agar hasil temuan dari Tim PPNS dapat disampaikan kepada dewan.

Menyikapi itu, Kordinator Tim PPNS Lampung Tengah, Jito, keberatan untuk menyerahkan hasil temuan PPNS ke DPRD. Mengingat saat ini, PPNS masih dalam tahap administrasi dan penyelidikan.

”Kami mohon maaf belum bisa menyampaikan hasil temuan kami kepada DPRD. Karena ini masih dalam ranah kami dan prosesnya masih berjalan. Tapi golnya nanti pasti akan kita sampaikan,” kata Jito.

Ia menyampaikan, Kamis (9/1) pihak GGP sempat datang ke kantor Bupati Lampung Tengah. Tujuannya untuk menanyakan dasar penghitungan pajak terhutang tentang Air Tanah di perusahaan tersebut.

”Jadi GGP punya cara sendiri menghitung pajak air tanah. Kami meminta agar dihadirkan tim teknis dari GGP yang menangani sumur air tanah di perusahaan tersebut. Kita akan lihat penghitungan versi GGP seperti apa. Kita sudah agendakan untuk disampaikan ke kami Senin (13/1) besok,” ujarnya.

Selain Singa Ersa Awangga, hearing sore tadi juga dihadiri anggota Komisi III diantaranya Wagimin S.Ag, Muhammad Idris, Revi Faruzi Armanda, Indra Jaya, dan Aris Wanto. Sementara Tim PPNS hanya dihadiri Ketua Koordinator, Jito dan Ali Hasan. (him)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here