BERBAGI

Bandarlampung–Virus Corona atau COVID-19 yang pertama kali meletus di Wuhan, China januari lalu kini sudah mulai menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk benua Eropa dan Amerika. Virus COVID-19 adalah virus dengan gejala umum, mulai dari flu biasa hingga yang parah seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan MERS-CoV.

Jumlah kematian akibat mewabahnya corona hingga saat ini menembus angka 3000 jiwa, sedangkan korban terinfeksi mencapai 88.000 orang. Dan Korea Selatan menjadi negara kedua penyebaran virus tertinggi setelah China.

Penyebaran corona juga sudah mulai masuk Indonesia, Presiden Indonesia, Joko Widodo telah mengumumkan dua warga Bogor Jawa Barat positif terinfeksi Virus Corona. Dan saat ini sedang diintensifkan di RS Sulianti Saroso Jakarta, sejak 1 maret lalu.

Mengantisipasi virus corona masuk Lampung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyatakan siaga satu. Dinkes mengklaim telah melakukan berbagai upaya pencegahan.

Kepala Dinkes Lampung, Dr.dr.Hj Reihana.M.Kes memaparkan Dinkes Lampung telah membuat jejaring dan melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melalui pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk memantau masuknya virus corona dengan memasang Thermal Scanner, “Pemantauan juga dilakukan di Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Teluk Semangka dan Pelabuhan Labuhan Maringgai,” terangnya.

Ia mengatakan, Dinkes Lampung juga telah berkoordinasi dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program terkait, “Dinkes Kabupaten/Kota juga telah diarahkan agar mengaktifkan dan mengirimkan laporan jika ditemukan kasus suspect COVID-19 untuk dilaporkan melalui SMS Gateway oleh kontak person surveilans kabupaten/kota ke Dinkes Provinsi,” sambung Reihana.

Upaya lain yang dilakukan Dinkes Lampung guna mencegah masuknya virus corona diantaranya dengan membentuk WAG Surveilans yang melibatkan seluruh Rumah Sakit dan KKP untuk pelaporan dan respon cepat, mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) ke Rumah Sakit rujukan dan Rumah Sakit di Kabupaten/Kota, berkoordinasi dengan KKP dalam penggunaan Mobile Evacuation Preparadnes jika ditemukan kasus yang berasal dari kabupaten/kota, melakukan penanganan sesuai prosedur tetap terhadap orang dalam pemantauan yang diobservasi, memantau warga yang baru pulang dari negara terjangkit, dan mengirimkan surat kepada perhotelan untuk mendata lengkap data pengunjung hotel.

“Selain itu kita juga adakan Screening penanganan kasus pertama yang dilakukan oleh KKP Panjang dan kedua oleh Dinkes Lampung dan Dinkes Kabupaten/Kota melalui jejaring petugas surveilans sampai dengan tingkat puskesmas seprovinsi Lampung,” bebernya.

Ia menghimbau agar masyarakat senantiasa menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan memperhatikan nutrisi makanan agar ketahanan tubuh kuat. Dan beretika jika batuk atau bersin.
“Bagi masyarakat, jangan panik dan diminta jangan menyebarkan berita yang belum jelas kebenaranya, sebaiknya menjaga jarak dengan penderita ISPA, gunakan alat pelindung diri (APD), konsumsi gizi seimbang, rajin olahraga dan istirahat cukup, jangan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak, sering cuci tangan pakai sabun terlebih setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungan orang sakit, dan ingatkan etika kepada penderita ISPA jangan bersin sembarangan, sebaiknya menggunakan tissu, baju atau menggunakan masker,” Tegasnya.

Dijelaskan Reihana, virus corona masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS, namun harus lebih diwaspadai karna sejauh ini masih belum tersedia vaksin virus corona.

“Yang kita ketahui adalah virus tersebut menyebabkan pneumonia dan tidak merespon antibiotik, namun jika ada yang terjangkit, humidifier dan mandi air hangat bisa membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Selain itu pastikan minum air putih, istirahat, dan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh.” Tutupnya.(ibr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here