BERBAGI

BANDAR LAMPUNG,  – Majelis pemeriksa pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) memutuskan bahwa pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim alias Nunik tidak terbukti melakukan politik uang. Arinal-Nunik merupakan paslon yang meraih suara terbanyak dalam Pilgub Lampung.

“Majelis pemeriksa memutuskan bahwa pasangan Arinal-Nunik tidak terbukti secara sah telah memberikan uang untuk memengaruhi penyelenggara pemilu atau pemilih secara TSM,” kata Ketua Majelis Fatikhatul Khoiriyah saat sidang di Kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 19/7/2018.

Ketua Bawaslu Lampung itu mengatakan, berdasar fakta-fakta persidangan, laporan paslon M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri tidak terbukti. Laporan dimaksud, yakni paslon Arinal-Nunik melakukan politik uang secara TSM di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Tanggamus, Bandar Lampung, Pringsewu, Tulangbawang, Mesuji, Pesisir Barat, Kota Metro, dan Tulangbawang Barat.

“Laporan dari pelapor, khususnya Ridho-Bachtiar, terhadap terlapor tidak terbukti secara sah memberikan, atau menjanjikan uang untuk memengaruhi penyelenggara atau pemilih,” ujarnya.(ekstranews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here