BERBAGI

LAMPUNG SELATAN–Menyikapi konflik yang terjadi antara puluhan pekerja PT Domus Jaya dengan pihak perusahaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terkesan acuh dengan tidak merespon tuntutan pekerja.

Disnakertrans Lamsel juga dinilai tidak serius dan lamban menangani masalah hubungan industrial antara perusahaan dengan para pekerja PT Domus Jaya.

Ketidak-seriusan Disnakertrans itu disampaikan oleh Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PUK PT Domus Jaya, Rohibi seperti dikutip rakyatlampung.id, Jum’at (30/10).

“Kami menilai kinerja Disnakertrans Lamsel lamban, seharusnya Disnakertrans memanggil kedua belah pihak bersamaan untuk memperjelas masalah. Bukanya malah memanggil perusahaan hanya untuk klarifikasi,” kata Rohibi menyesalkan.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Disnakertrans Lamsel selaku kepanjangan tangan pemerintah untuk dapat lebih serius menangani persoalan yang terjadi di PT Domus Jaya.

“Kami minta Disnaker segera merespon tuntutan buruh, jangan terkesan ada keberpihakan kepada pengusaha dengan tidak serius menangani persoalan yang terjadi. Jangan menunggu keadaan kian kisruh baru bertindak,” tegasnya.

Disisi lain, pengawasan Disnaker juga dianggap mandul dalam menyikapi terjadinya pelanggaran aturan dalam perusahaan. Salah satu contoh, mengenai penerapan Surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : SE-907/MEN/PHI-PPHI/X/2004 tentang Pencegahan PHK Massal, huruf f : Meliburkan atau merumahkan pekerja/buruh secara bergilir untuk sementara waktu.

“Jelas di dalam surat edaran Menteri Tenaga Kerja mengatur untuk merumahkan karyawan secara bergilir, bukan merumahkan karyawan tanpa kejelasan. Nah ini harusnya bisa disikapi Disnakertrans dengan tegas,” tukasnya.

Selain itu, Rohibi juga meminta DPRD Lamsel segera mengambil langkah untuk menyurati semua pihak guna mendesak Disnaker melakukan pertemuan tripartide antara karyawan dan perusahaan untuk mencari solusi permasalahan, “Kita minta dewan segera menepati janjinya untuk melakukan hearing agar jelas akar permasalahanya,” harapnya.(ibr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here