BERBAGI

BANDAR LAMPUNG–Merasa ditipu pihak perusahaan, puluhan karyawan PT Domus Jaya menyambangi kediaman eks kuasa perusahaan, Eddy Harsono di Jalan Selat Malaka 3, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Mereka meminta pertanggung jawaban Eddy Harsono atas janji perusahaan yang akan memberlakukan kerja secara bergantian (Rolling). Rabu (21/10) malam.

Kedatangan mereka lantaran merasa geram atas pernyataan Penasehat Hukum (PH) PT Domus Jaya, M Thohir yang menyebut tidak ada perjanjian kerja sistem rolling antara karyawan yang dirumahkan dengan perusahaan.

Padahal, menurut mereka saat musyawarah pernyataan itu dilontarkan kuasa perusahaan, Eddy Harsono dan diamini Owner PT Domus Jaya, Riksan Arifin.

“Pernyataan M Thohir adalah dusta. Kalau tidak dijanjikan kami tidak mungkin menuntut rolling, kami punya bukti rekaman bapak Eddy Harsono dan Owner perusahaan saat musyawarah yang menjanjikan kerja sistem rolling, jelas kami merasa ditipu mentah-mentah oleh perusahaan,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Domus Jaya, Rohibi.

Dikatakan Rohibi, atas penyataan M Thohir itu, karyawan merasa dibodohi pihak perusahaan, mereka sepakat meminta pertanggung jawaban dari kuasa, “Yang jelas tujuan kami datang untuk meminta tanggung jawab pak Eddy, karena beliau yang menjanjikan rolling atas persetujuan pak Riksan,” pungkasnya.

Tak segan, dirinya menuding Thohir sudah ‘Masuk Angin’ dan mengabaikan dosa dengan membohongi orang banyak, “Allah nggak tidur, dia sanggup berbohong mungkin karena sudah masuk angin, pengacara yang dibayar perusahaan jadi tetep ngebela perusahaan nggak peduli benar atau salah,” tukasnya.

Sementara, kepada rombongan karyawan yang datang, Eddy Harsono mengaku saat ini tidak lagi menjadi kuasa PT Domus Jaya. Namun dirinya menegaskan bahwa saat ditunjuk perusahaan sebagai kuasa bersama M Thohir dalam musyawarah memang dirinya berjanji untuk melakukan rolling. Kata dia, hal itu disampaikanya atas perintah Owner.

“Saya tidak mau berbohong, saya kecewa dengan pernyataan Thohir yang mengatakan tidak ada perjanjian rolling, dengan begitu artinya saya dikorbankan karena karyawan akhirnya menuntut saya, sebab jelas saya yang menyampaikan kepada karyawan akan dilakukan rolling, dan itu saya sampaikan atas petunjuk dan perintah pak Riksan,” katanya menjelaskan.

Oleh karenanya, Eddy meminta Thohir dapat meralat statmentnya. Sebab, kata Eddy, dia tidak ingin menjadi bulan-bulanan pertanyaan dari karyawan, “Kalau dia (Thohir-Red) bilang tidak mendengar adanya kalimat perjanjian rolling, mungkin kupingnya saat itu sudah dikutuk Allah. Saya tidak mau disalahkan karyawan, jadi saya minta dia ralat statmentnya,” ketusnya.

Eddy mengaku, beberapa waktu lalu pernah menyarankan Owner PT Domus Jaya agar menepati janjinya kepada karyawan. Namun keputusan dikembalinya kepada kebijakan perusahaan, “Beberapa waktu lalu via telephon saya pernah menyarankan pak Riksan untuk menepati janji kepada karyawan agar tidak muncul masalah, namun semua keputusan ada ditangan beliau selaku Owner,” timpalnya lagi.

Eddy menuturkan dirinya tidak memiliki kewenangan terkait nasib para karyawan, dirinya menyarankan karyawan untuk mempertanyakanya kepada manajemen perusahaan langsung, “Kuasa saya telah selesai, jadi silahkan rekan-rekan temui manajemen langsung agar menepati janjinya,” pungkasnya.

Sayangnya, Owner PT Domus Jaya, yang coba dikonfirmasi terkait janjinya kepada karyawan memilih bungkam, wartawan yang menghubungi via aplikasi WhatssApp tidak mendapatkan jawaban.(ibr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here