BERBAGI

LAMPUNG SELATAN– PT Domus Jaya menghadiri panggilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Selatan (Lamsel) menyoal tuntutan puluhan karyawan perusahaan yang dirumahkan, Selasa (20/20).

Sebelumnya, pemanggilan dilakukan Disnakertrans menyikapi tuntutan karyawan PT Domus Jaya yang dirumahkan, agar pihak perusahaan menepati janjinya untuk memberlakukan sistem kerja secara bergantian (Rolling).

Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Lamsel, Noviana Susanti menjelaskan pemanggilan tersebut bertujuan untuk mendengarkan klarifikasi dari PT Domus Jaya.

“Tadi sudah kami dengarkan klarifikasi dari pihak perusahaan, mereka belum bisa menjanjikan apapun terkait permintaan rolling kerja karyawan yang dirumahkan,” terang Noviana.

Dia menjelaskan, saat dimintai klarifikasi pihak perusahaan mengaku tidak pernah menjanjikan kerja sistem rolling terhadap karyawan yang dirumahkan. Sistem rolling merupakan usulan dari karyawan saat dimusyawarahkan.

“Tadi kami sudah tanya soal perjanjian itu, tapi mereka mengatakan tidak menjanjikan. Harapan dari pekerja memang ada buat kerja rolling, tapi pihak perusahaan tidak bisa mengabulkan,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Noviana menyebut, jika memang terdapat bukti yang menyatakan PT Domus Jaya menjanjikan akan melakukan kerja bergantian maka Disnakertrans Lamsel akan membantu karyawan agar menerima haknya.

“Kalau memang ada bukti, ya silahkan, kita tidak bisa menghalangi orang mencari kebenaran. Kalau memang benar, Insya Allah kami bantu,” janjinya.

Sayangnya Human Resource Depertement (HRD) PT Domus Jaya, Mauli tidak berhasil dikomfirmasi, lantaran menghindari sejumlah wartawan yang berusaha menemuinya. Wanita yang siang itu mengenakan kemeja biru dan berkerudung itu memilih langsung kabur ke mobil yang telah menunggunya di halaman parkir kantor Disnakertrans Lamsel.

Wartawan hanya ditemui Mohammad Thohir, Penasehat Hukum (PH) PT Domus Jaya, dia membenarkan bahwa PT Domus Jaya sebelumnya merumahkan sejumlah karyawan karena dampak pandemi Covid-19, “Saat mediasi waktu itu, saya tidak ada mendengar kalimat menjanjikan akan melakukan rolling, tapi kalau kalimat sebagai permohonan, itu memang ada,” tuturnya.

Disinggung mengenai nasib karyawan, Thohir menyebut, PT Domus Jaya masih akan merumahkan karyawanya, “Selama dirumahkan, hak mereka tetap akan diberikan, seperti tetap menerima gaji sebesar 50 persen,” bebernya.

Dikatakanya, jika karyawan yang dirumahkan akan menempuh jalur hukum, maka PT Domus Jaya siap mengikuti prosedur yang ada, “Ya silahkan saja, itu hak mereka. Karena sekali lagi saya sampaikan, seingat saya tidak ada kata menjanjikan, namun mereka yang mengajukan,” tukasnya lagi.

Terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Domus jaya, Rohibi, menyayangkan pemanggilan PT Domus Jaya oleh Disnakertrans tidak melibatkan karyawan yang dirumahkan, sehingga Disnakertrans hanya mendapat keterangan sepihak dari perusahaan.

“Padahal kami berharap ikut dipanggil bersamaan agar semuanya jelas,” ucapnya.

Dirinya mengaku, awalnya mereka dijanjikan pihak perusahaan hanya akan dirumahkan sementara dan dilakukan kerja sistem rolling. Namun sudah 5 bulan berselang hal itu tidak pernah terwujud.

“Saat itu karyawan enggan menandatangani surat perjanjian lantaran tidak ditentukanya batas waktu dirumahkan, namun dijanjikan akan kerja secara rolling,” ungkap Rohibi.

Dia mengaku, secara yuridis janji itu tidak tertuang dalam surat perjanjian, dan hanya terlontar secara lisan dari Pimpinan Perusahaan, Riksan Arifin dan kuasa PT Domus Jaya, M Thohir dan Eddy Harsono.

“Setelah pak Eddy Harsono menjamin dipastikan ada rolling setiap bulan dan diiyakan oleh pak Riksan, baru kami mau tanda tangan,” pungkasnya.

Menurut dia, dengan menggantung status karyawan, kebijakan PT Domus Jaya tidak sejalan dari Surat edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : SE-907/MEN/PHI-PPHI/X/2004 tentang Pencegahan PHK Massal, huruf f : Meliburkan atau merumahkan pekerja/buruh secara bergilir untuk sementara waktu.

“Surat edaran Menteri Tenaga Kerja mengatur untuk merumahkan karyawan secara bergilir, bukan merumahkan karyawan tanpa kejelasan,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya berharap Disnakertrans Lamsel dapat memediasi pertemuan dengan pemilik perusahaan Pak Riksan Arifin dan kuasa perusahaan Pak Eddy Harsono, “Karena yang benar benar menjanjikan sistem rolling itu ialah kedua orang tersebut,” tandasnya.(ibr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here